Dewan dan Eksekutif
Pendiri

Mouhamad Bigwanto, SKM, MPHM, Ph.D
Pendiri dan Ketua RUKKI
Mouhamad Bigwanto adalah peneliti dan advokat pengendalian tembakau yang berpengalaman di Indonesia. Sejak tahun 2015, ia bekerja sama dengan SEATCA dalam berbagai upaya advokasi pengendalian tembakau, khususnya untuk mendorong denormalisasi pengaruh industri rokok di Indonesia. Saat ini, ia merupakan penulis utama laporan Indeks Interferensi Industri Tembakau Indonesia dan telah menerbitkan sejumlah artikel ilmiah di bidang pengendalian tembakau. Minat penelitiannya berfokus pada campur tangan industri tembakau dalam kebijakan publik serta penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan remaja Indonesia.

Dr. Widyastuti Soerojo, M.Sc
Pembina Pengarah Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI)
Pembina Pengarah bertanggung jawab untuk memberikan arahan strategis dalam upaya advokasi dan pengendalian kebijakan kesehatan. Dr. Widyastuti Soerojo, salah satu pendiri RUKKI, merupakan penerima penghargaan World No Tobacco Day Awards 2024 dari WHO atas kontribusinya yang besar dalam pengendalian tembakau. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau IAKMI.
Dewan Pembina

Dr. Widyastuti Soerojo, M.Sc
Pembina Pengarah Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI)
Pembina Pengarah bertanggung jawab untuk memberikan arahan strategis dalam upaya advokasi dan pengendalian kebijakan kesehatan. Dr. Widyastuti Soerojo, salah satu pendiri RUKKI, merupakan penerima penghargaan World No Tobacco Day Awards 2024 dari WHO atas kontribusinya yang besar dalam pengendalian tembakau. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau IAKMI.

Dr. Arum Atmawikarta, SKM, MPH
Pembina Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation
Pembina bertanggung jawab dalam memberikan arahan strategis pada kegiatan advokasi kesehatan dan pengembangan masyarakat. Dr. Arum Atmawikarta, SKM, MPH, adalah salah satu Pembina di RUKKI Foundation. Beliau memiliki pengalaman panjang di dunia kesehatan dan masyarakat, termasuk menjabat sebagai Direktur Kesehatan Masyarakat di Bappenas hingga 2011 dan saat ini bertugas sebagai Sekretariat SDG's Nasional di Bappenas, fokus pada pilar sosial, kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

Ir. Helda Khusun, M.Sc, Ph.D
Pembina Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation
Pembina bertanggung jawab dalam memberikan arahan strategis pada kegiatan advokasi kesehatan dan pengembangan masyarakat. Ir. Helda Khusun, M.Sc adalah salah satu Pembina di RUKKI Foundation. Beliau memiliki pengalaman luas di bidang nutrisi, termasuk menjabat sebagai Senior Researcher di SEAMEO RECFON dan Community Nutrition Major Coordinator di Universitas Indonesia, dengan fokus pada transisi nutrisi, obesitas, dan penentu sosial kesehatan.
Dewan Pengawas

Ridhwan Fauzi, SKM, MPH, Ph.D.
Ketua Pengawas dan Project Lead
Ridhwan Fauzi adalah peneliti kesehatan masyarakat, dosen, dan pakar kebijakan kesehatan yang memiliki pengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam bidang penelitian, advokasi, dan pengelolaan program kesehatan. Ia meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat (MPH) dan Doktor (PhD) dari Chulalongkorn University. Sepanjang kariernya, Ridhwan telah bekerja sama dengan berbagai organisasi nasional dan internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Chulalongkorn University, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI), serta Universitas Muhammadiyah Jakarta. Minat dan fokus kerjanya meliputi pengendalian tembakau, pencegahan penyakit tidak menular, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan masyarakat berbasis bukti, serta epidemiologi sosial. Ia juga telah berkontribusi dalam berbagai penelitian dan publikasi ilmiah terkait pengendalian tembakau dan isu kesehatan masyarakat di Indonesia.

Imas Arumsari, S.Gz., M.Sc
Anggota Pengawas dan Technical Officer SBM
Imas Arumsari adalah peneliti dan akademisi di bidang gizi masyarakat dengan fokus pada pencegahan penyakit tidak menular, konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), lingkungan pangan, serta sistem pangan berkelanjutan. Lulusan Universitas Indonesia dan Chulalongkorn University, Thailand, ia meneliti berbagai isu terkait perilaku konsumsi pangan, gizi remaja, lingkungan pangan sekolah, dan inovasi digital untuk penilaian kualitas gizi pangan. Imas aktif terlibat dalam penelitian, advokasi kebijakan, dan pengembangan program kesehatan masyarakat bersama pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil. Melalui riset dan kolaborasi lintas sektor, ia berkomitmen menghasilkan solusi berbasis bukti untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Mustakim, SKM, MKM, Ph.D
Anggota Pengawas dan Program Manager SBM Program
Mustakim adalah peneliti dan akademisi di bidang kesehatan dan gizi masyarakat dengan fokus studi lintas generasi (Intergenerational Study), dan perubahan iklim. Ia meraih gelar magister di Universitas Indonesia dan Doktoral di Tohoku University. Mustakim juga sempat menempuh pendidikan post-doktoral di bidang perubahan iklim di Hokkaido University.
Saat ini Mustakim juga aktif terlibat dalam penelitian, advokasi kebijakan, dan pengembangan program kesehatan masyarakat bersama pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil. Secara spesifik, ia aktif dalam berbagai studi terkait studi kesehatan ibu dan anak lintas generasi, perubahan iklim dan dampak kesehatannya serta berbagai isu kesehatan gizi dan masyarakat lainnya.
Eksekutif dan Pengurus Harian

Mouhamad Bigwanto, SKM, MPHM, Ph.D
Ketua RUKKI
Mouhamad Bigwanto adalah peneliti dan advokat pengendalian tembakau yang berpengalaman di Indonesia. Sejak tahun 2015, ia bekerja sama dengan SEATCA dalam berbagai upaya advokasi pengendalian tembakau, khususnya untuk mendorong denormalisasi pengaruh industri rokok di Indonesia. Saat ini, ia merupakan penulis utama laporan Indeks Interferensi Industri Tembakau Indonesia dan telah menerbitkan sejumlah artikel ilmiah di bidang pengendalian tembakau. Minat penelitiannya berfokus pada campur tangan industri tembakau dalam kebijakan publik serta penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan remaja Indonesia.

Mohammad Ainul Maruf, SKM, MA, Ph.D.
Sekretaris RUKKI
Mohammad Ainul Maruf adalah seorang akademisi, peneliti, dan advokat kesehatan masyarakat. Ia mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) in Global Health and Health Security dari Taipei Medical University, Taiwan. Kerja-kerja advokasinya berfokus pada upaya pengendalian tembakau, kebijakan pangan, dan pencegahan penyakit menular. Saat ini, ia sedang menempuh postdoctoral program untuk penelitian mengenai psikososial dan diabetes mellitus di Chulalongkorn University, Thailand.

Nadia Roswita, SKM., M.E.
Sekretaris Eksekutif
Nadia adalah seorang konsultan kesehatan masyarakat dan pemerhati kebijakan kesehatan dengan pengalaman luas di berbagai lembaga internasional, seperti UNICEF, UNDP, dan ADB, serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan lintas kementerian. Ia merupakan lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat dan Magister Ekonomi (Perencanaan dan Kebijakan Publik) dari Universitas Indonesia. Fokus dan kompetensinya meliputi, penguatan tata kelola Primary Health Care (PHC), perumusan dan evaluasi regulasi kesehatan, ekonomi kesehatan, perbaikan gizi masyarakat, serta pengelolaan program multi-donor untuk imunisasi, HIV/AIDS, TB, dan Malaria, dan isu kesehatan lainnya.

Dewi Lovelyna Azhari, SE
Bendahara RUKKI
Dewi Lovelyna Azhari adalah seorang lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Pancasila tahun 2011. Telah memiliki pengalaman sebagai Staf keuangan sekaligus Staf Administrasi sejak tahun 1997-sampai sekarang, pernah menjadi konsultan keuangan di Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dari tahun 2017-2023, serta konsultan keuangan dalam proyek Transform Health Indonesia (THI) tahun 2022-2024. Saat ini sebagai Bendahara Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI).

Anida Laela Salma, SKM
Program Support Officer
Anida Laela Salma merupakan lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Ia memiliki pengalaman dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan masyarakat dan pengendalian tembakau melalui kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan mitra internasional. Selama kariernya, ia terlibat dalam berbagai proyek yang didukung oleh Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA), Johns Hopkins University (JHU), dan Vital Strategies. Saat ini, ia bekerja sebagai Program Support Officer dengan tanggung jawab mendukung administrasi program, pengelolaan keuangan, koordinasi kegiatan, serta dokumentasi dan pelaporan program.

Putri Suryani Utami, SKM
MEL Officer
Putri Suryani Utami merupakan lulusan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia yang berfokus pada isu kebijakan kesehatan, pengendalian tembakau, One Health, dan sumber daya manusia kesehatan. Pengalamannya sebagai peneliti, Health Administrator di Kementerian Kesehatan, serta peserta SEAOHUN Regional Internship Program membentuk keahliannya dalam analisis kebijakan, perencanaan tenaga kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung penguatan sistem kesehatan. Di sisi lain, keterlibatannya dalam berbagai inisiatif kepemudaan dan kesehatan global membawanya terpilih sebagai peserta Ascend: Leadership Development for the Future of Tobacco Control yang didanai penuh oleh Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health serta mewakili Indonesia dalam World Conference on Tobacco Control 2025 di Dublin, Irlandia. Saat ini dirinya menjadi MEL Officer untuk program yang didanai oleh ASEAN-UK Health Security Programme.

Sistrie Soeprapto, A.Md.Par
Finance Officer SBM Program
Sistrie Soeprapto adalah Finance Officer dengan pengalaman lebih dari 10 tahun mendukung operasional, administrasi, dan keuangan di berbagai NGO internasional dan program donor di Indonesia. Perjalanan kariernya membentang dari respons kemanusiaan pasca-konflik dan pasca-tsunami di Aceh (German Red Cross, Danish Red Cross), tanggap darurat gempa Palu (Yayasan GNI), hingga pengelolaan keuangan, procurement, dan operasional multi-kota untuk organisasi seperti ICRAF World Agroforestry Centre, IBCWE, IPAS, dan RECOFTC. Ia berpengalaman dalam pelaporan keuangan, pengelolaan cash flow, kepatuhan donor dan audit. Saat ini menjabat sebagai Finance Officer dalam program SBM.

Hania Latifa, A.Md.I.Kom.
Communications Officer
Hania Latifa adalah creative content strategist dan data-driven storyteller yang berpengalaman di bidang komunikasi media, penerbitan, dan organisasi masyarakat sipil. Dia merupakan lulusan D3 Penerbitan dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta. Hani pernah terlibat dalam kerja editorial di Elex Media Komputindo serta sejumlah penerbit lain, dan memproduksi konten untuk kanal YouTube dengan lebih dari 5,7 juta subscribers, media ulasan film independen dengan ribuan followers, hingga berbagai inisiatif komunikasi berbasis isu sosial dan budaya populer. Minat kerjanya berfokus pada pengemasan isu publik menjadi narasi yang relevan, dekat, dan mudah dipahami. Saat ini, Hani menjabat sebagai Communications Officer di Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI), dengan fokus komunikasi pada isu gizi, pengendalian tembakau, dan health security.

Devi Annisa Mulyawati, S.Gz
Administration officer
Devi Annisa Mulyawati merupakan lulusan Sarjana Gizi dari UHAMKA Jakarta. Ia memiliki pengalaman penelitian di bidang masyarakat. Pengalamannya sebagai peneliti di UHAMKA, SEAMEO RECFON dan SDKI BRIN berfokus pada kesehatan dan gizi di masyarakat. Saat ini, dia bekerja sebagai Administration Officer dalam program SBM dengan tanggung jawab mendukung administrasi program, koordinasi kegiatan, pengelolaan keuangan yang berkoordinasi dengan finance officer, serta dokumentasi dan pelaporan program.
Field Officer

Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si.
Field Officer SBM Banten
Fachruddin Perdana, S.Gz., M.Si. adalah peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang Ilmu Gizi dengan fokus pada Gizi Kerja, Gizi Olahraga, Inovasi Gizi Digital, dan Pengembangan Produk Pangan Fungsional. Ia meraih gelar Sarjana (S.Gz.) dan Magister Ilmu Gizi (M.Si.) di IPB University. Saat ini Fachruddin aktif terlibat dalam penelitian, advokasi kebijakan, dan pengembangan program gizi kesehatan bersama pemerintah, akademisi, perusahaan swasta, dan organisasi masyarakat sipil. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman dalam pengembangan program gizi corporate wellness dan longevity pada perusahaan swasta, turut mendampingi atlet pelajar dan mahasiswa dalam mencapai prestasi puncaknya, serta sebagai Auditor Halal tersertifikasi BNSP. Sepanjang kariernya, ia telah bekerja sama dengan berbagai instansi nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor dan kiprahnya di berbagai forum ilmiah nasional maupun internasional, ia berkomitmen untuk menghasilkan solusi gizi yang presisi, aplikatif, dan berbasis bukti di Indonesia.

Muhammad Rifqi Azhary, M.K.M
Field Officer SBM Jambi
Muhammad Rifqi Azhary merupakan seorang akademisi dan peneliti di bidang Kesehatan Masyarakat dengan fokus pada Promosi Kesehatan Masyarakat Marginal seperti Masyarakat Adat (Suku Anak Dalam Jambi), Masyarakat wilayah terpencil dan Kelompok Rentan lainnya. Merupakan Lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi dan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Sebelas Maret. Saat ini, Rifqi Fokus Meneliti tentang Health Seeking Behavior Petani diwilayah terpencil dan Suku Anak Dalam Jambi untuk melihat Perilaku Pencarian Pengobatan pada Masyarakat adat, sejalan dengan Program SBM yang sedang digarap oleh teman-teman RUKKI saat ini.

Hairudin Alexander
Field Officer SBM Kalimantan
Aktivis masyarakat adat dan Former Fellows dari OHCHR Fellowship Programme For Indigenous Peoples, di PBB, Genewa (2023). Pada tahun yang sama menjadi Perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Masyarakat Adat pada 16th Session of the UN Expert Mechanism on the Rights of Indigenous Peoples (EMRIP) di Jenewa, Swiss.. kader aktif AMAN yang pernah menjabat sebagai Staf AMAN Kalimantan Timur (2013–2022) di Biro Infokom, serta Programme Officer Dedicated Grant Mechanism (DGM) untuk percepatan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat di Kaltim. Fokus kerjanya meliputi penulisan etnografi (data sosial), pendampingan pemetaan wilayah adat, serta menjadi Konsultan Media untuk The Asia Foundation.Ia berpengalaman berkolaborasi dengan berbagai LSM nasional maupun internasional, seperti Land is Life (AS), Planet Amazon (Prancis), Tebtebba (Filipina), dan UNDP. Di luar aktivitas advokasi di tingkat nasional dan internasional, ia aktif bekerja sebagai interpreter dan pemandu wisata spesialisasi isu masyarakat adat dan kebudayaan Kalimantan Timur, termasuk mendampingi riset lapangan dari perguruan tinggi dunia seperti Utrecht University dan Sorbonne University.
Intern / Magang

Mutiara Mauliza Simbolon
TID Youth Ambassador
Mutiara Mauliza Simbolon adalah mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat yang memiliki minat pada epidemiologi, komunikasi kesehatan, promosi kesehatan, dan advokasi kebijakan kesehatan. Ia memiliki pengalaman dalam pengembangan konten edukatif, pengelolaan media sosial, pelaksanaan kampanye kesehatan, serta kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai aktivitas organisasi dan kolaborasi lintas sektor, ia aktif mendorong peningkatan literasi kesehatan dan partisipasi generasi muda dalam isu kesehatan masyarakat.

Naila Mahira
TID Youth Ambassador
Naila Mahira merupakan mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan peminatan Epidemiologi. Aktif dalam organisasi SEMESTA (Seruan Mahasiswa Peduli Kesehatan) dan memiliki pengalaman dalam promosi kesehatan, pengembangan konten edukasi kesehatan di media sosial, serta pelaksanaan edukasi kesehatan kepada berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman terlibat dalam penelitian terkait pengendalian tembakau dan kesehatan masyarakat. Memiliki minat pada isu-isu kesehatan masyarakat terkini, Naila berkomitmen untuk terus belajar dan berkontribusi dalam upaya meningkatkan kesadaran serta partisipasi generasi muda dalam advokasi kesehatan masyarakat.

Aprilia Dian Asih Gumelar, S.Psi
Aprilia Dian Asih Gumelar merupakan lulusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang sejak remaja aktif dalam isu perlindungan anak, pengendalian tembakau, dan pemberdayaan pemuda. Sebagai youth advocate, founder dan leader Pemuda Penggerak, ia berpengalaman dalam advokasi berbasis bukti, pengorganisasian pemuda, dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam mendorong perlindungan anak dari paparan rokok melalui advokasi Kawasan Tanpa Rokok serta pengendalian iklan, promosi, dan sponsorship rokok di Kota Surakarta. Pada tahun 2026, ia terpilih sebagai peserta Ascend: Leadership Development for the Future of Tobacco Control, program pengembangan kepemimpinan bersama pemuda dari berbagai negara yang diselenggarakan oleh Institute for Global Tobacco Control. Saat ini, ia terlibat dalam kerja-kerja kebijakan kesehatan sebagai Intern di Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI).