Magang bersama RUKKI
Bersama Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia
RUKKI membuka kesempatan magang bagi anak muda Indonesia yang ingin belajar dan mengamalkan ilmunya di bidang kebijakan kesehatan, komunikasi kesehatan, kesehatan masyarakat, dan bidang ilmu pendukung kerja-kerja RUKKI lainnya.
Persyaratan:
- Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik
- Memiliki keterampilan bekerja dalam tim
- Dapat membagi waktu dengan baik antara aktivitas sekolah/kuliah dengan kegiatan magang
- Fresh graduate juga dipersilakan melamar
- Merupakan warga negara yang baik
- Bersedia menandatangani surat perjanjian magang
- Memiliki komitmen untuk menjalankan kegiatan magang dengan baik
- Tidak terafiliasi dengan industri rokok, rokok elektronik, dan industri lain yang berseberangan dengan kepentingan kesehatan masyarakat
Kirimkan CV dan rencana waktu magang ke:
sekretariat@rukki.org
dengan subjek email: "Lamaran Magang"
Kandidat terpilih akan kami hubungi lebih lanjut.
Selama magang di RUKKI (Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia), saya merasa sangat dihargai dan dipercaya. Saya diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan, belajar langsung dari tim advokasi, dan mendalami isu-isu penting seperti strategi intervensi industri rokok, termasuk memahami struktur dan unsur dalam perangkat rokok elektronik sehingga saya tidak hanya memahami bahayanya, tapi juga logika industri di baliknya. Pengalaman ini sangat memperkaya wawasan saya dan mengasah kemampuan dalam merancang kampanye kreatif berbasis bukti.
Sebagai intern, saya benar-benar merasa menjadi bagian dari tim, terlibat langsung dalam diskusi strategis, produksi konten advokasi, dan pengelolaan media sosial. Program-program RUKKI yang beragam dan mendalam membuat saya selalu antusias, bahkan merasa waktu yang saya habiskan di sana belum pernah cukup. Bekerja bersama tim yang kolaboratif dan suportif menjadikan pengalaman ini sangat berkesan, baik secara profesional maupun pribadi.
Magang di Rukki memberi saya lebih dari sekadar pengalaman kerja, saya belajar untuk memahami kebijakan publik di bidang pengendalian tembakau, gizi, dan health security. Pendampingan dari para profesional tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi melatih saya membaca dinamika politik kebijakan Kesehatan seperti bagaimana kepentingan industri memengaruhi rancangan aturan, dan mengapa advokasi berbasis data kerap terbentur realitas birokrasi. Ruang bagi intern untuk terlibat dengan kementerian, NGO, dan pemangku kepentingan lainnya memberi saya pengalaman konkret dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya ideal secara akademis, tetapi juga teruji secara kontekstual.
Saya juga terlibat dalam pembelajaran menyusun draft rancangan kebijakan. Di sisi lain, presentasi dan forum diskusi mengasah kemampuan saya mengomunikasikan isu kebijakan secara lugas dan persuasif, sementara keterlibatan dalam project CBS di masyarakat adat membuka mata saya bahwa kebijakan kesehatan yang adil harus lahir dari pemahaman mendalam atas keragaman sosial dan budaya. Bagi saya, magang di Rukki bukan sekadar tempat belajar ia adalah laboratorium kebijakan yang membentuk nalar kritis saya sebagai calon perumus kebijakan publik.