
Media internasional The World pada 17 Februari 2026 menyoroti tantangan Indonesia dalam menurunkan prevalensi merokok melalui laporan berjudul “Why Indonesia Can’t Lower Smoking Rates” yang ditulis oleh Dave Grunebaum.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sekitar 60 persen laki-laki Indonesia usia 15 tahun ke atas masih merokok, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat merokok tertinggi di dunia menurut World Health Organization. Artikel ini menyoroti kuatnya faktor budaya yang menormalisasi perilaku merokok, serta lemahnya regulasi dan penegakan kebijakan pengendalian tembakau.
Pemberitaan ini memperkuat urgensi advokasi pengendalian tembakau di Indonesia. RUKKI memandang bahwa sorotan media global tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong penguatan kebijakan berbasis bukti, perlindungan anak dari paparan rokok, serta pembatasan interaksi dengan industri tembakau sesuai prinsip kesehatan masyarakat.
Artikel ini mengulas kritik RUKKI terhadap rencana penambahan layer (lapisan) dalam struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) oleh Kementerian Keuangan. RUKKI menilai struktur tarif yang lebih kompleks justru menjaga akses rokok murah, memicu fenomena downtrading (perokok beralih ke produk lebih murah) dan mengabaikan kondisi darurat perokok anak, yang prevalensinya meningkat signifikan pada kelompok usia pelajar. Kebijakan cukai yang efektif seharusnya menaikkan harga jual eceran hingga rokok menjadi tidak terjangkau untuk anak-anak dan kelompok rentan.
Apa itu RUKKI?
Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) adalah sebuah organisasi yang berdiri pada 7 Juli 2023 Sesuai SK Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-0010571.AH.01.04 tahun 2023 , dengan misi utama mendorong integrasi isu kesehatan dalam seluruh aspek kebijakan publik di Indonesia. Melalui pendekatan advokasi, riset, dan pengembangan kebijakan, RUKKI berkomitmen untuk menciptakan perubahan nyata dalam kesehatan masyarakat, dengan menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis bukti, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.
Sebagai wadah kolaboratif lintas sektor, RUKKI aktif memperjuangkan pengendalian tembakau, perlindungan anak dari paparan zat adiktif, serta pembentukan regulasi yang mendukung lingkungan hidup yang lebih sehat. Kegiatan advokasi, edukasi, dan penelitian menjadi pilar utama kerja RUKKI dalam memastikan bahwa kesehatan menjadi prioritas dalam proses pengambilan keputusan publik di Indonesia.
🔗 Program Pengendalian Tembakau bisa cek di sini:
👉 https://rukki.org/category/program-advokasi-pengendalian-tembakau/
📊 Laporan Pengendalian Tembakau Setiap Edisi tersedia di:
👉 https://rukki.org/laporan-indeks-gangguan-industri-tembakau/